Jumat, 22 Februari 2013

makalah model pembelajaran inovatif


MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DAN PARTISIPATIF
Uraian singkat tentang model pembelajaran Inovatif dan partisipatif berikut ini hanya menitik beratkan pada dua hal, yaitu: (a) Pengertian, Ciri, Fungsi dan Makna Model Mengajar (Pembelajaran) Inovatif; dan (b) Model-Model pembelajaran Inovatif dan Partisipatif. Sedangkan uraian secara detil beberapa model pembelajaran yang dapat dianggap sebagai model pembelajaran inovatif dan partisipatif akan diberikan dalam bentuk data file untuk dicopi para peserta pelatihan.

A.  Pengertian, Ciri, Fungsi dan Makna Model Mengajar (Pembelajaran) Inovatif
Pengertian model mengajar (pembelajaran). Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa pengertian Model Mengajar adalah ‘merupakan sebuah perencanaan pengajaran yang menggambarkan proses yang ditempuh pada proses belajar mengajar di sekolah agar dicapai perubahan spesifik pada perilaku siswa seperti yang diharapkan atau sesuai dengan tujuan pembelajaran’ (Wahab, 2007).

Ciri-ciri sebuah model mengajar (pembelajaran). Menurut para ahli, suatu model mengajar dianggap baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) memiliki prosedur yang sistematik, untuk memodifikasi perilaku siswa yang didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu; (2) hasil belajar ditetapkan secara khusus, yaitu perubahan perilaku positif siswa secara khusus; (3) penetapan lingkungan belajar secara khusus dan kondusif; (4) ukuran keberhasilan, yaitu bisa menetapkan kriteria keberhasilan siswa setelah mengikuti pembelajaran; dan (5) interaksi dengan lingkungan, yaitu model pembelajaran tersebut harus mendorong siswa reaktif, aktif dan partisipatif terhadap  apa yang terjadi dalam lingkungannya.

Fungsi dan sumber model mengajar (pembelajaran). Menurut Chauhan (1979), ada beberapa fungsi dari model mengajar, antara lain: (1) pedoman, yaitu sebagai pedoman guru dalam melaksanakan proses mengajar secara komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran; (2)  pengembangan kurikulum, yaitu dapat membantu dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP); (3)  menetapkan bahan-bahan pengajaran, yaitu menetapkan bahan ajar secara khusus yang akan disampaikan siswa untuk membantu perubahan positif pengetahuan dan kepribadian siswa; (4)  membantu perbaikan dalam mengajar, yaitu mampu mendorong atau membantu proses belajar-mengajar secara efektif dalam mencapai tujuan pendidikan; dan (5) mendorong atau memotivasi terjadinya perubahan tingkah laku pada peserta didik secara maksimal sesuai dengan bakat, minat atau kemampuan masing-masing.

Makna model pembelajaran inovatif dan partisipatif. Apabila mengkaji beberapa sumber ilmiah tentang pembelajaran, maka beberapa konsep yang dapat dipahami dari makna pembelajaran inovatif dan partisipatif, antara lain: (1) model pembelajaran inovatif dan partisipatif dapat menumbuhkembangkan pilar-pilar pembelajaran pada siswa, antara lain: learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar berbuat), learning to gether (belajar hidup bersama), dan learning to be (belajar menjadi seseorang) (Djohar, 1999); (2) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk mengembangkan semua potensi dirinya secara maksimal, dengan ditandai oleh keterlibatan siswa secara aktif, kreatif dan inovatif selama proses pembelajaran di sekolah; (3) model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran atau  tujuan pendidikan; dan (4) model  pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut mampu mendorong siswa untuk melakukan perubahan perilaku secara positif dalam berbagai aspek kehidupan (baik secara pribadi atau kelompok). Jadi, pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya meningkatkan semua kemampuan positif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi. Dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa tersebut, pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran-peran siswa sebagai sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sekedar sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan pembelajaran siswa.

B.  Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Partisipatif

Menurut S Chauhan, dalam bukunya Innovation in Teaching Learning Process (1979), mengelompokkan model-model mengajar (pembelajaran) inovatif dan partisipatif dalam tiga kelompok orientasi, antara lain:

Pertama, model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada interaksi sosial.  Diantara ciri-ciri model pembelajaran inovatif ini antara lain: (1) menekankan pentingnya hubungan sosial yang berkualitas dalam proses interaksi sosial diantara siswa selama proses pembelajaran; (2) bertujuan untuk meningkatkan peran individu dalam proses-proses sosial, meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi, kerjasama, toleransi; (3) dibangun atas asumsi dasar, bahwa manusia tidak akan bisa berkembang dengan baik apabila tidak mampu menjalin kerjasama sesama manusia (interaksi sosial) secara berkualitas; dan (4) posisi guru dan murid sama-sama bagian dari suatu sistem sosial dalam kelompok, dan guru berfungsi sebagai pembimbing dan motivator bagi siswa selama proses-proses sosial, untuk mengembangkan kualitas hidup dalam kelompoknya. Diantara contoh, model-model pembelajaran yang berorientasi pada interaksi sosial ini antara lain: (a) Model pembelajaran inovatif investigasi kelompok; (b) Model pembelajaran inovatif Inkuiri sosial; dan (c) Model pembelajaran inovatif Kooperatif, antara lain: Jigsaw, Teams Gemes Tournaments (TGT)), The Student Teams Achievement Division (STAD), dan sebagainya.

Kedua, model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada Pemrosesan Informasi. Diantara ciri-ciri model pembelajaran inovatif ini antara lain: (1) menekankan pada cara siswa memproses informasi pengetahuan yang diperoleh siswa berkaitan dengan lingkungan kehidupannya; (2) tujuan utama model ini adalah membantu, memotivasi siswa untuk mengembangkan segala potensi dirinya untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang kehidupan lingkungannya; (3) model ini menjelaskan cara memproses informasi dengan dua pendekatan berpikir, yaitu pendekatan induktif (berpikir dari contoh ke dalil/ teori atau dari spesifik ke umum) dan pendekatan deduktif (berpikir dari teori ke contoh atau dari umum ke spesifik); (4) menekankan pentingnya siswa mampu memecahkan beragam persoalan kehidupan sehari-hari/ lingkungannya baik dari pendekatan induktif atau pendekatan deduktif; dan (5) tugas guru membantu, membimbing dan memotivasi siswa untuk memperoleh dan memproses data untuk kemudian siswa secara mandiri mampu memecahkan problem atau permasalahan sosial, sehingga siswa terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikirnya. Diantara contoh model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada Pemrosesan Informasi antara lain: (a) model pembelajaran inovatif inkuiri; (b) model pembelajaran inovatif kontekstual; (c) model pembelajaran inovatif Pemerolehan konsep; (d) model pembelajaran inovatif pengembangan; (e) pembelajaran model menyusun yang lebih maju (Advance Organizer Model); (f) model pembelajaran berbasis masalah (PBM);  dan (g) model pembelajaran berbasis critical thinking; dan (h) model pembelajaran CTL, dan sebagainya.

Ketiga,  model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada optimalisasi individu. Diantara ciri-ciri model pembelajaran inovatif ini antara lain: (1) model ini didasarkan pada asumsi bahwa setiap siswa (individu) adalah sumber atau sentral layanan pendidikan atau pembelajaran; (2) tujuan utama model ini adalah memusatkan perhatian proses pembelajaran pada siswa (siwa harus aktif, kreatif dan responsif) untuk mengembangkan semua potensi dirinya secara maksimal; (3) setiap guru harus memahami beragam kemampuan individu dan sifat-sifat serta karakter (pribadi) setiap siswa,  agar proses pembelajaran bisa berlangsung secara lebih efektif dan berkualitas dalam pengembangan kepribadian siswa; (4) membantu siswa mampu memecahkan beragam masalah individu dan kelompoknya (masyarakat); (5) membantu siswa mampu memilih jenis kegiatan pembelajaran yang memberi arti (makna) bagi kehidupannya; dan (6) model ini berupaya untuk menumbuhkan tanggungjawab, keterbukaan, kejujuran, dan mengarahkan diri sendiri secara positif untuk perkembangan yang seimbang. Diantara contoh model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada optimalisasi individu antara lain: (a) Non Directive Teaching Model (NDTM); (b) Class Room Meeting Model (CRMM); (c) model pembelajaran berpikir melalui pertanyaan; (d) model pembelajaran konstruktivis, dan sebagainya.

Pada hakikatnya pengembangan dan penerapan model-model pembelajaran inovatif oleh guru-guru di setiap satuan pendidikan pada era sekarang dan yang akan datang harus bisa menerapkan ketiga kelompok orientasi model-model pembelajaran inovatif dan partisipatif tersebut di atas, dan diantara salah satu model pembelajaran inovatif dan partisipatif yang mengakmodasi ketiga orientasi model pembelajaran tersebut di atas adalah model pembelajaran CTL. Perlu diingat dalam penerapan model pembelajaran inovatif tertentu harus sesuai dengan esensi materi, keadaan lingkungan dan kemampuan siswa serta tujuan yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran di sekolah. Tentang paparan bagaimana pentingnya penerapan model pembelajaran inovatif CTL dapat dilihat pada printout power point (terlampir)




Catatan penting!: Pertama, Pada urairan di makalah ini tidak dikemukakan sembilan macam  model-model pembelajaran inovatif dan partisipatif yang harus dipahami oleh guru, yaitu: (1) Model pembelajaran inovatif Kooperatif; (2) Model pembelajaran inovatif Inkuiri; (3) Model pembelajaran inovatif PBM (pembelajaran berbasis masalah); (4) Model pembelajaran inovatif Learning Cycle; (5) Model pembelajaran inovatif Berbasis Proyek; (6) Berbasis Critical Thinking; (7) Model pembelajaran inovatif PBMP (pembelajaran berpikir melalui pertanyaan); (8) Model pembelajaran inovatif Multikultural; dan (9) Model pembelajaran inovatif Kuantum. Perlu dipahami bahwa model-model pembelajaran yang harus dipahami oleh guru dalam proses pembelajaran di era sekarang dan akan datang datang tidak hanya menyangkut sembilan macam model pembelajaran inovatif tersebut di  atas, masih banyak model pembelajaran inovatif lainnya, antara lain: (1) Model pembelajaran inovatif Bermain Peran; (2) Model pembelajaran inovatif Simulasi Sosial; (3) Model pembelajaran inovatif Elaborasi, dan sebagainya; Kedua, karena keterbatasan keadaan, maka uraian kesembilan model tersebut di atas tidak disatukan dalam diuraikan pada makalah ini secara langsung, tetapi disarankan para peserta Pelatihan atau Workshop dapat Meng-Copy pada Data File yang ada di Komputer (karena keseluruhan jumlah halamannya sekitar 106 halaman).

C.  Kesimpulan

Uraian singkat tersebut memberikan kepahaman, bahwa: (1) setiap guru dalam proses pembelajaran pada era sekarang dan akan datang harus menggunakan model-model pembelajaran invatif dan partisipatif; dan (2) wujud pembelajaran pada era sekarang dan akan datang harus mampu mengembangkan diri siswa untuk memilki ketrampilan atau kualitas pada sepuluh aspek, yaitu: (1) Basic skills; (2) Technology skills; (3) Problem solving skills; (4) Multicultural quality; (5) Interpersonal skills; (6) Inquiry skills; (7) Information quality; (8) Critical and creative thinking skills; (9) Communication skills; dan (10) Spiritual quality.

Semoga insan-insan yang memilih jalan profesi sebagai pendidik (guru) mampu meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional secara maksimal, sehingga guru betul-betul mampu membimbing setiap siswa untuk mampu mengembangkan sepuluh aspek tersebut di atas.

D.   Daftar Pustaka

Chauhan, S. 1979. Innovation in Teaching and Learning Process. New Delhi: Vikas Publishing PVT. LTD.
Wahab, A.A. 2007. Metode dan Model-Model Mengajar IPS. Penerbit Alfabeta. Bandung.
Uno, H.B. 2008. Model Pembelajaran, Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar